humastangsel.com – Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif, terlebih lagi pada musim mudik Lebaran tahun 2025 ini. Para pemudik yang memilih mobil listrik diperkirakan akan meningkat signifikan, bahkan mencapai lima kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan ini dipicu oleh sejumlah faktor, seperti kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan kendaraan ramah lingkungan dan semakin berkembangnya infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.
Berdasarkan prediksi dari sejumlah pihak, termasuk Kementerian Perhubungan dan berbagai asosiasi otomotif, tahun ini mobil listrik diperkirakan akan menjadi pilihan utama bagi sebagian
pemudik yang ingin mengurangi jejak karbon dan biaya bahan bakar selama perjalanan. Selain itu, semakin banyaknya pilihan mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau serta fasilitas pengisian daya yang semakin tersebar di berbagai daerah, membuat kendaraan ini semakin diminati.
Dukungan Infrastruktur Pengisian Daya
Salah satu alasan utama yang mendorong lonjakan penggunaan mobil listrik pada musim mudik Lebaran adalah keberadaan infrastruktur pengisian daya yang semakin baik.
Selama beberapa tahun terakhir, pemerintah dan pihak swasta telah bekerja sama untuk memperluas jaringan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik utama, terutama di jalur-jalur padat arus mudik seperti Jawa, Bali, dan Sumatera.
Peningkatan jumlah SPKLU ini memungkinkan pemudik yang menggunakan mobil listrik merasa lebih aman dan nyaman selama perjalanan.
Para pemudik tidak perlu khawatir kehabisan daya, karena stasiun pengisian daya tersedia di titik-titik strategis seperti rest area, terminal, dan tempat peristirahatan di sepanjang jalan tol.