humastangsel.com – Seorang bocah perempuan berinisial AS tewas terjebak api dalam insiden kebakaran warteg di Jalan Raya Serpong KM 7, Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Selasa (18/3/2025) malam. Tiga orang lainnya mengalami luka bakar.
15 unit mobil pemadam kebarakan turun ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api yang melahap bangunan warteg tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kota Tangsel, A. Dohiri Adam dilansir Bantenhits menuturkan kronologis terjadinya kebakaran tersebut. Adalah Budi Rahman saksi yang pertama kali mencium bau asap. Kemudian dirinya keluar rumah dan mendapatkan kobaran api di lantai dua.
“(Saat kejadian) saksi sedang berada di warungnya mencium bau asap. Lalu saksi keluar dan melihat di lantai dua warteg ada api,” kata Dohiri Adam.
Warteg yang terbakar diketahui dihuni empat orang terdiri pasangan suami istri masing-masing Naprilihin (55) dan Sutriani (42), serta dua anak perempuan mereka SL (14) dan AS (8). Saat melihat api sudah berkobar, Budi Rahman dengan dibantu warga lainnya, yakni Bendi kemudian menolong para korban yang terjebak di lantai dua.
“Tiga korban terdiri dari suami, istri dan anak perempuan (nomor satu) yang sedang terjebak di lantai 2 meloncat dan ditangkapi oleh saksi (Budi Rahman),” jelas Adam.
Setelah berhasil menyelamatkan tiga korban, Budi Rahman kemudian kembali ke lokasi karena korban selamat mengatakan masih ada satu anak perempuan terjebak di lantai 2.
“Korban sempat bilang ada anak kecil berumur 7 tahun yang terjebak di dalam lantai 2. Saksi sempat mendobrak pintu lantai 1, kemudian sudah meliat api besar langsung keluar lagi,” ungkap Adam.
Sementara, tiga korban yang selamat mengalami luka bakar langsung dibawa warga ke RSUD Serpong Utara.
“Warga meminta tolong kepada pegawai pom bensin untuk menghubungi Damkar. Pukul 23.50 WIB, Damkar Tangsel tiba di lokasi kebakaran tersebut. Pukul 00.20 WIB api sudah dipadamkan oleh unit kendaraan pemadam kebakaran dengan 15 personel,” bebernya.
Korban terjebak ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan langsung dievakuasi petugas ke RSUD Kabupaten Tangerang menggunakan ambulans BPBD Tangsel. “Keterangan dari saksi bahwa api berasal dari lantai 2 yang diduga karena korsleting listrik,” pungkas Adam.